Dari fenomena problematik yang diuraikan di dalam Latar Belakang Masalah perlu dirumuskan lebih spesifik, sehingga lebih jelas dan lebih terlokalisir. Rumusan Masalah ini diperlukan untuk menuntun peneliti pada tahap-tahap selanjutnya.
Ada beberapa kaidah dasar dalam perumusan masalah penelitian. Rumusan masalah dinyatakan menggunakan kalimat tanya mengenai hubungan antara dua variabel penelitian. Rumusan dalam kalimat tanya sangat dianjurkan karena akan lebih menonjolkan masalah, sehingga bersifat lebih khas dan tajam. Bersifat khas, artinya rumusan masalah penelitian tidak bermakna ganda. Jika terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka harus dirumuskan secara terpisah.
Contoh:
Apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan tingkat keberhasilan program pemberian ASI Eksklusif pada wanita perkotaan?
Ada beberapa kaidah dasar dalam perumusan masalah penelitian. Rumusan masalah dinyatakan menggunakan kalimat tanya mengenai hubungan antara dua variabel penelitian. Rumusan dalam kalimat tanya sangat dianjurkan karena akan lebih menonjolkan masalah, sehingga bersifat lebih khas dan tajam. Bersifat khas, artinya rumusan masalah penelitian tidak bermakna ganda. Jika terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka harus dirumuskan secara terpisah.
Contoh:
Apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan tingkat keberhasilan program pemberian ASI Eksklusif pada wanita perkotaan?
CONTOH RUMUSAN MASALAH :
ReplyDeleteBerdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis dapat mengambil satu rumusan “Apakah ada hubungan lama persalinan Kala II ibu bersalin dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong tahun 2009?”
Bagas sunu N
ReplyDeleteA11200757
S1 kep kelas A
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat dalam pelaksanaan sop
Rumusan masalah
Apa sajakah faktor faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat dalam pelaksanaan sop
Alasan
Mengetahui gambaran faktor pendidikan yang mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat dalam pwlaksanaan sop alih baring pada pasien