Ada beberapa definisi mengenai analisis isi. Analisis isi secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis menganai isi teks, tetapi di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis[2].
Objektif berarti menurut aturan atau prosedur yang apabila dilaksanakan oleh orang (peneliti) lain dapat menghasilkan kesimpulan yang serupa. Sistematis artinya penetapan isi atau kategori dilakukan menurut aturan yang diterapkan secara konsisten, meliputi penjaminan seleksi dan pengkodingan data agar tidak bias. Generalis artinya penemuan harus memiliki referensi teoritis. Informasi yang didapat dari analisis isi dapat dihubungkan dengan atribut lain dari dokumen dan mempunyai relevansi teoritis yang tinggi. Definisi lain dari analisis isi yang sering digunakan adalah: research technique for the objective, systematic and quantitative description of the manifest content of communication[3].
Analisis isi harus dibedakan dengan berbagai metode penelitian lain di dalam penelitian tentang pesan, yang sifatnya meneliti pesan yang latent (tersembunyi), kualitatif dan prosedurnya berbeda. Denis McQuail membuat dikotomi dalam riset analisis isi media yang terdiri dari dua tipe, yaitu: message content analysis dan structural analysis of texts. Analisis isi yang termasuk di dalam message content analysis memiliki karakter sebagai berikut: quantitative, fragmentary, systematic, generalizing, extensive, manifest meaning, dan objective. Sementara itu, structural analysis of texts, dimana semiotika termasuk di dalamnya, memiliki karakter sebagai berikut: qualitative, holistic, selective, illustrative, specific, latent meaning, dan relative to reader[4].
Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi, baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain. Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%). Namun, analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut[5].
a. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).
b. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.
c. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik.
Beberapa pembedaan antara analisis isi dengan metode penelitian yang lain[6]:
1. Analisis isi adalah sebuah metode yang tak mencolok (unobtrusive). Pemanggilan kembali informasi, pembuatan model (modelling), pemanfaatan catatan statistik, dan dalam kadar tertentu, etno-metodologi, punya andil dalam teknik penelitian yang non-reaktif atau tak mencolok ini.
2. Analisis isi menerima bahan yang tidak terstruktur karena lebih leluasa memanfaatkan bahan tersebut dan ada sedikit kebebasan untuk mengolahnya dengan memanggil beberapa informasi.
3. Analisis isi peka konteks sehingga dapat memproses bentuk-bentuk simbolik.
4. Analisis isi dapat menghadapi sejumlah besar data.
Metode Content Analysis merupakan analisis ilmiah tentang isi pesan suatu komunikasi. Dalam hal ini, content analysis mencakup: klasifikasi tanda-tanda yang dipakai dalam komunikasi, menggunakan kriteria sebagai dasar klasifikasi, dan menggunakan teknik analisis tertentu sebagai pembuat prediksi[7]. Deskripsi yang diberikan para ahli sejak Janis (1949), Berelson (1952) sampai Lindzey dan Aronson (1968) yang dikutip Albert Widjaya dalam desertasinya (1982) tentang Content Analysis menampilkan tiga syarat, yaitu: objektivitas, dengan menggunakan prosedur serta aturan ilmiah; generalitas, dari setiap penemuan studi mempunyai relevansi teoritis tertentu; dan sistematis, seluruh proses penelitian sistematis dalam kategorisasi data[8].
Kelebihan Analisis Isi[9]:
a. Tidak dipakainya manusia sebagai objek penelitian sehingga analisis isi biasanya bersifat non-reaktif karena tidak ada orang yang diwawancarai, diminta mengisi kuesioner ataupun yang diminta datang ke laboratorium.
b. Biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan dengan metode penelitian yang lain dan sumber data mudah diperoleh (misal di perpustakaan umum).
c. Analisis isi dapat digunakan ketika penelitian survey tidak dapat dilakukan.
Kekurangan Analisis Isi[10]:
a. Kesulitan menentukan sumber data yang memuat pesan-pesan yang relevan dengan permasalahan penelitian.
b. Analisis isi tidak dapat dipakai untuk menguji hubungan antar variabel, tidak dapat melihat sebab akibat hanya dapat menerima kecenderungan (harus dikombinasikan dengan metode penelitian lain jika ingin menunjukkan hubungan sebab akibat).
Sumber data yang dapat digunakan dalam analisis isi pun beragam. Pada prinsipnya, apapun yang tertulis dapat dijadikan sebagai data dan dapat diteliti dalam analisis isi. Sumber data yang utama adalah media massa, dapat pula coretan-coretan di dinding[11]. Analisis isi juga dapat dilakukan dengan menghitung frekuensi pada level kata atau kalimat.
Analisis isi memiliki prosedur yang spesifik, yang agak berbeda dengan metode penelitian yang lain. Beberapa prosedur analisis isi yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut[12]:
1. Perumusan Masalah: Analisis isi dimulai dengan rumusan masalah penelitian yang spesifik, misalnya bagaimana kualitas pemberitaan surat kabar di Indonesia?
2. Pemilihan Media (Sumber Data): peneliti harus menentukan sumber data yang relevan dengan masalah penelitian. Suatu observasi yang mendalam terhadap perpustakaan dan berbagai media massa seringkali akan membantu penentuan sumber data yang relevan. Penentuan periode waktu dan jumlah media yang diteliti (sample), bila jumlahnya berlebihan, juga penting untuk ditentukan pada tahap ini.
3. Definisi Operasional: definisi operasional ini berkaitan dengan unit analisis. Penentuan unit analisis dilakukan berdasarkan topik atau masalah riset yang telah ditentukan sebelumnya.
4. Pelatihan Penyusunan Kode dan Mengecek Reliabilitas: kode dilakukan untuk mengenali ciri-ciri utama kategori. Idealnya, dua atau lebih coder sebaiknya meneliti secara terpisah dan reliabilitasnya dicek dengan cara membandingkan satu demi satu kategori.
5. Analisis Data dan Penyusunan Laporan: data kuantitatif yang diperoleh dengan analisis isi dapat dianalisis dengan teknik statistik yang baku. Penulisan laporan dapat menggunakan format akademis yang cenderung baku dan menggunakan prosedur yang ketat atau dengan teknik pelaporan populer versi media massa atau buku. Data dianalisis juga dalam bentuk Coding Sheets.
Kesimpulan:
Analisis isi adalah salah satu jenis metode penelitian yang bersifat objektif, sistematis, dan kuantitatif serta berkait dengan isi manifest komunikasi. Dalam analisis isi, yang dibedah adalah pesan atau “message”nya. Studi analisis isi ini menekankan pada bahasa dan menghendaki adanya netralitas. Akan tetapi, sedikit kelemahan dari analisis isi ini adalah sangat berpengaruh pada subjektivitas peneliti. Namun, suatu hal yang membuat metode analisis isi ini patut menjadi pilihan karena sangat efisien dari segi biaya, dan peneliti dapat menggunakan satu media massa sudah dinilai representatif asal media massa tersebut bisa menyampaikan isinya secara komprehensif. Di sisi lain, analisis isi tidak perlu menggunakan responden sehingga dapat menghemat biaya dan waktu, narasumber terkadang diperlukan untuk memperkuat pendapat semata. Panduan analisis isi ini adalah pada Coding Sheets.
Data yang dapat dipakai dalam analisis isi beraneka ragam asalkan terdapat data tertulis tetapi yang utama media massa. Di dalam Ilmu Administrasi Publik, sumber data dapat dipergunakan dengan menguji isi PerUndang-undangan atau suatu kebijakan tertentu. Bagaimana keberpihakan UU tersebut kepada pemerintah atau kepada masyarakat, dan sebagainya.
Mungkin anda juga memerlukan artikel lain tentang
- Analisi Data Penelitian Kualitatif Model Spradley
- Analisis Data Penelitian Kualitatif Model Interaktif Menurut Miles dan Hubermen
- Analisis isi (content analysis) dalam Penelitian Kualitatif
- Beberapa Model Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif
- Contoh Panduan FGD dalam Penelitian Kualitatif
- Contoh Panduan Wawancara Mendalam dalam Penelitian Kualitatif
- Discourse Analysis (Analisis wacana) dalam penelitian kualitatif
- Fokus Penelitian dan Penelitian Kualitatif
- Format Desain Penelitian Kualitatif
- Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pasca Lapangan
- Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pekerjaan Lapangan
- Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pra-Lapangan
- Jenis dan Pendekatan Penelitian Kualitatif
- Keabsahan Data Penelitian Kualitatif
- Masalah dalam penelitian kualitatif
- Metode Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif
- Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif
- Metode Studi Dokumen dalam pengumpulan data Penelitian Kualitatif
- Metode Wawancara Mendalam (Indepth-Interview) dalam Penelitian Kualitatif
- Metodologi Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Biografikal dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Fenomenologi Transendental Husserl dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Grounded Theory dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Studi Kasus (Case Study) dalam Penelitian Kualitatif
- Pengantar Metodologi Penelitian Kualitatif
- Perkembangan Paradigma Metodologi Penelitian: Dari Positivistik, Post-Positivistik (Interpretif), hingga Hermeneutika
- Reduksi Data dalam analisis penelitian kualitatif menurut Miles & Huberman
- Reliabilitas Penelitian Kualitatif
- Rumusan Masalah dalam Penelitian Kualitatif
- Sistematika Penelitian Kualitatif
- Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif
- Teknik Moderasi Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif
terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat untuk saya pribadi
ReplyDeleteMana kualitatifnya? Tidak sesuai dengan judulnya. Judulnya kualitatif kok uraiannya kuantitatif?
ReplyDeleteAnonim, terimakasih atas komentarnya. Mana yang anda maksud Kuantitatif? Secara keseluruhan web log ini berisi tentang bagaimana penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jika anda butuh informasi penelitian kualitatif, anda bisa buka menu bar (page): Penelitian Kualitatif. Semoga bermanfaat
ReplyDeleteapakah hasil analisis isi majalah dapat di jadikan sebagai bahan faktor perubahan sikap/pemikiran pembaca?
ReplyDeletereferensi buku tentang analisis isi kualitatif, karangan siapa ya yang paling lengkap? Trims
ReplyDeleteAnalisis isi adalah salah satu metodologi penelitian yang paling penting tapi kompleks dalam ilmu sosial. Buku Pedoman Dalam Analisis penulis Kimberly Neuendorf, terbitan Sage Publications, 2002 - 301 halaman. cukup memadai untuk ada gunakan sebagai referensi.
ReplyDeleteLebih tepatnya, bahwa hasil analisis isi dapat digunakan sebagai prediksi atau deskripsi atas sikap/pemikiran seseorang. Semoga bermanfaat.
ReplyDeletemaaf itu catatan kakinya dimana ya?
ReplyDeleteMakasih Info nya sob... sangat membantu... :D
ReplyDeletedaftar pustakanya mana?
ReplyDeletedaftar pustakanya mana?
ReplyDeleteapakah ada referensi yg mengatakan bahwa panduan wawancara pd kualitatif harus dilakukan conten validity...trims
ReplyDeleteSeringkali instrumen wawancara kualitatif dilakukan uji pemahaman. Tujuannya untuk memastikan bahwa informan mengerti maksud pertanyaanya. Sehingga tidak salah pengertian.
ReplyDeletenike trainers uk, http://www.niketrainers.me.uk/
ReplyDeletelouis vuitton handbags, http://www.louisvuittonhandbagsoutlet.co.uk/
los angeles lakers, http://www.lakersjerseys.us/
longchamp outlet, http://www.longchampoutlet.name/
ray-ban sunglasses, http://www.rayban-sunglassess.us.com/
mont blanc outlet, http://www.montblancpensoutlets.com/
lululemon outlet, http://www.yogapants.us.com/
fitflop, http://www.fitflop.in.net/
cheap soccer jerseys, http://www.cheapsoccerjersey.net/
air max shoes, http://www.nikeairmaxshoess.co.uk/
thomas sabo uk, http://www.thomassabos.co.uk/
cleveland cavaliers jersey, http://www.cavaliersjerseys.net/
vikings jerseys, http://www.minnesotavikingsjersey.us/
kobe bryants shoes, http://www.kobeshoes.us/
miami heat jersey, http://www.miamiheatjerseys.net/
moncler jackets, http://www.moncler.us.com/
new england patriots jerseys, http://www.newenglandpatriotsjerseys.us/
karen millen uk, http://www.karenmillendressesoutlets.co.uk/
michael kors factory outlet, http://www.michaelkorsfactoryoutlet.us.org/
coach handbags, http://www.coachhandbagsoutletonline.us.com/
cai2015914
V2015-12-19keyun
ReplyDeletesoccer shoes
coach outlet
discount jordans
uggs australia
louis vuitton outlet
ugg outlet
nike free 5.0
michael kors outlet
louis vuitton outlet stores
ralph lauren sale
coach outlet
ugg boots
abercrombie & fitch
nike air huarache
oakley sunglasses sale
ray-ban sunglasses
coach factory outlet online
cheap oakley sunglasses
ugg boots sale
cheap rolex watches
louis vuitton outlet stores
ugg australia
mont blanc pens
uggs boots for women
coach outlet
kobe 8
michael kors outlet
louis vuitton purses
nike air max uk
louis vuitton handbags
michaek kors
retro 11
louis vuitton purses
pandora jewelry
canada goose outlet
louis vuitton outlet
cheap air jordans
uggs on sale
the north face jackets
fitflop clearance
boleh minta daftar pustakanya gak pak?
ReplyDeleteini sangat membantu untuk skripsi saya. terimakasih
20162.26linying
ReplyDeletemichael kors outlet
michael kors outlet clearance
polo ralph lauren
michael kors outlet
nike cortez
nike air jordan
canada gooses outlet
coach factory outlet
true religion outlet
louis vuitton handbags
louis vuitton outlet
air max
longchamp bags
jordans shoes
polo ralph lauren outlet
chi flat iron
ray ban sunglasses
michael kors
nike sb shoes
abercrombie & fitch
ray bans
louboutin
burberry outlet
burberry outlet online
michael kors outlet
ray ban sunglasses
jordan retro 3
coach factory outlet
ugg boots
gucci outlet
nike blazer
michael kors handbags
ralph lauren pas cher
michael kors
ugg boots
pandora jewelry
canada goose sale
canada goose jacket
louis vuitton handbags
michael kors uk
michael kors outlet
ReplyDeletekate spade handbags
designer handbags
canada goose outlet
lebron james shoes
nike air jordan
michael kors outlet clearance
hollister
basketball shoes
nfl jerseys wholesale
nike huarache
coach outlet online
toms shoes
ugg outlet store
ugg outlet
true religion jeans
tory burch sale
michael kors uk
tory burch handbags
coach factory outlet
true religion outlet
tory burch outlet
louis vuitton outlet
cheap uggs
longchamp outlet
louis vuitton outlet
insanity workout
adidas superstar
adidas originals
nike uk
2016319yuanyuan
puma shoes
ReplyDeletenike air max
ed hardy
coach factory outlet
christian louboutin
louis vuitton factory outlet
nike free flyknit
coach outlet
discount nike shoes
timberland boots
oakley sunglasses outlet
cheap ugg boots
chaussure louboutin
oakley vault
burberry sale
canada goose jackets
michael kors handbags
michael kors outlet clearance
nmd adidas
hollister sale
ugg australia
ferragamo shoes
pandora outlet
prada sunglasses
birkenstock sandals
adidas nmd
mont blanc outlet
birkenstocks
canada goose outlet
versace sunglasses
oakley sunglasses
cheap ray bans
canada goose
reebok shoes
kate spade
ZHUO20160818