Sebagai kelanjutan tahap Pekerjaan Lapangan dalam penelitian kualitatif, maka tahap berikutnya adalah Tahap Pasca Lapangan. Pada tahap pasca lapangan ini, sebagaimana ditulis Mudjiarahardjo, ada beberapa aktivitas yang penting untuk dilakukan, yaitu: menetapkan model analisis data.
Telah disinggung bahwa penelitian kualitatif, yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata orang baik tertulis maupun lisan dan tingkah laku teramati, termasuk gambar (Bogdan and Taylor, 1975). Walau tidak sependapat dengan teknik-teknik analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman (1987), menurut Mudjiarahardjo, model analisis interaktif yang digambarkannya sangat membantu untuk memahami proses penelitian ini. Model analisis interaktif mengandung empat komponen yang saling berkaitan, yaitu (1) pengumpulan data, (2) penyederhanaan data, (3) pemaparan data, dan (4) penarikan dan pengujian simpulan.
Mengacu model interaktif, analisis data tidak saja dilakukan setelah pengumpulan data, tetapi juga selama pengumpulan data. Selama tahap penarikan simpulan, peneliti selalu merujuk kepada "suara dari lapangan" untuk mendapatkan konfirmabilitas. Analisis selama pengumpulan data (analysis during data collection) dimaksudkan untuk menentukan pusat perhatian (focusing), mengembangkan pertanyaan-pertanyaan analitik dan hipotesis awal, serta memberikan dasar bagi analisis pasca pengumpulan data (analysis after data collection). Dengan demikian analisis data dilakukan secara berulang-ulang (cyclical).
Pada setiap akhir pengamatan atau wawancara, dicatat hasilnya ke dalam lembar catatan lapangan (field notes). Lembar catatan lapangan ini berisi: (1) teknik yang digunakan, (2) waktu pengumpulan data dan pencatatannya, (3) tempat kegiatan atau wawancara, (4) paparan hasil dan catatan, dan (5) kesan dan komentar.
Pendirian ontologis penelitian adalah bahwa tujuan penyelidikan adalah mengembangkan suatu bangunan pengetahuan idiografik dalam bentuk "hipotesis kerja" yang menggambarkan kasus individual (Lincoln and Guba, 1985: 38). Implikasinya, konstruksi realitas, yang dalam hal ini adalah gejala menglaju dan pengaruh sosialnya, tidak dapat dipisahkan dari konteks (kedisinian, Bandulan) dan waktu (kekinian, 1996). Untuk itu peneliti memandang penting untuk menyelidiki secara cermat akar-akar gejala menglaju sebagai konteks kajian. Berdasarkan asal faktor pemicu gejala menglaju peneliti menemukenali tiga kategori faktor, yaitu: (1) dari dalam diri, (2) dari dalam desa, dan (3) dari luar desa.
Empat teknik analisis Spradley
Empat teknik analisis data kualitatif sebagaimana dianjurkan oleh Spradley (1979) diterapkan dalam penelitian ini. Masing-masing adalah: (1) analisis ranah (domain analysis), (2) analisis taksonomik (taxonomic analysis), (3) analisis komponensial (componential analysis). dan (4) analisis tema budaya (discovering cultural themes).
Analisis ranah bermaksud memperoleh pengertian umum dan relatif menyeluruh mengenai pokok permasalahan. Hasil analisis ini berupa pengetahuan tingkat "permukaan" tentang berbagai ranah atau kategori konseptual. Kategori konseptual ini mewadahi sejumlah kategori atau simbol lain secara tertentu.
Pada tahap analisis ranah, berdasarkan pola mobilitas hariannya, peneliti menemukenali dua kategori pokok penduduk Bandulan. Masing-masing adalah penduduk penglaju dan bukan penglaju. Berdasarkan asalnya, peneliti menemukenali dua kategori pokok penduduk Bandulan, yaitu: penduduk asli dan penduduk pendatang.
Pada analisis taksonomik, pusat perhatian penelitian ditentukan terbatas pada ranah yang sangat berguna dalam upaya memaparkan atau menjelaskan gejala-gejala yang menjadi sasaran penelitian. Pilihan atau pembatasan pusat perhatian dilakukan berdasarkan pertimbangan nilai strategik temuannya bagi program peningkatan kualitas hidup subyek penelitian atau mengacu pada strategic ethnography (Faisal, 1990 : 43). Analisis taknonomik memungkinkan untuk tidak dilakukan secara murni berdasar data lapangan, tetapi dikonsultasikan dengan bahan-bahan pustaka yang telah ada. Beberapa anggota ranah yang menarik dan dipandang penting dipilih dan diselidiki secara mendalam. Dalam hal ini adalah bagaimana peran masing-masing kategori tersebut dalam proses perubahan sosial yang berlangsung di Bandulan.
Analisis komponensial dilakukan untuk mengorganisasikan perbedaan (kontras) antar unsur dalam ranah yang diperoleh melalui pengamatan dan atau wawancara terseleksi. Dalam hemat peneliti, kedalaman pemahaman tercermin dalam kemampuan untuk mengelompokkan dan merinci anggota sesuatu ranah, juga memahami karakteristik tertentu yang berasosiasi dengannya. Dengan mengetahui warga suatu ranah, memahami kesamaan dan hubungan internal, dan perbedaan antar warga dari suatu ranah, dapat diperoleh pengertian menyeluruh dan mendalam serta rinci mengenai suatu pokok permasalahan. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman makna dari masing-masing warga ranah secara holistik. Hasil lacakan kontras di antara warga suatu ranah dimasukkan ke dalam lembar kerja paradigma (Spradley, 1979: 180). Kontras-kontras tersebut selalu diperiksa kembali sebagaimana dalam model analisis interaktif. Sehingga perlu dibuat ringkasan analisis komponensial, yang digunakan sebagai pemandu penulisan paparan hasil penelitian.
Dalam mengungkap tema-tema budaya, peneliti dapat menggunakan saran yang diberikan oleh Bogdan dan Taylor (1975:82-93). Langkah-langkah yang dilakukan adalah: (1) membaca secara cermat keseluruhan catatan lapangan, (2) memberikan kode pada topik-topik pembicaraan penting, (3) menyusun tipologi, (4) membaca kepustakaan yang terkait dengan masalah dan konteks penelitian.
Berdasarkan seluruh analisis, peneliti melakukan rekonstruksi dalam bentuk deskripsi, narasi dan argumentasi. Beberapa sub-topik disusun secara deduktif, dengan mendahulukan kaidah pokok yang diikuti dengan kasus dan contoh-contoh. Sub-topik selebihnya disajikan secara induktif, dengan memaparkan kasus dan contoh untuk ditarik kesimpulan umumnya.
- Analisi Data Penelitian Kualitatif Model Spradley
- Analisis Data Penelitian Kualitatif Model Interaktif Menurut Miles dan Hubermen
- Analisis isi (content analysis) dalam Penelitian Kualitatif
- Beberapa Model Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif
- Contoh Panduan FGD dalam Penelitian Kualitatif
- Contoh Panduan Wawancara Mendalam dalam Penelitian Kualitatif
- Discourse Analysis (Analisis wacana) dalam penelitian kualitatif
- Fokus Penelitian dan Penelitian Kualitatif
- Format Desain Penelitian Kualitatif
- Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pasca Lapangan
- Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pekerjaan Lapangan
- Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pra-Lapangan
- Jenis dan Pendekatan Penelitian Kualitatif
- Keabsahan Data Penelitian Kualitatif
- Masalah dalam penelitian kualitatif
- Metode Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif
- Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif
- Metode Studi Dokumen dalam pengumpulan data Penelitian Kualitatif
- Metode Wawancara Mendalam (Indepth-Interview) dalam Penelitian Kualitatif
- Metodologi Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Biografikal dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Fenomenologi Transendental Husserl dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Grounded Theory dalam Penelitian Kualitatif
- Pendekatan Studi Kasus (Case Study) dalam Penelitian Kualitatif
- Pengantar Metodologi Penelitian Kualitatif
- Perkembangan Paradigma Metodologi Penelitian: Dari Positivistik, Post-Positivistik (Interpretif), hingga Hermeneutika
- Reduksi Data dalam analisis penelitian kualitatif menurut Miles & Huberman
- Reliabilitas Penelitian Kualitatif
- Rumusan Masalah dalam Penelitian Kualitatif
- Sistematika Penelitian Kualitatif
- Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif
- Teknik Moderasi Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif
No comments:
Post a Comment