Kepuasan pasien adalah tingkat kepuasan pelayanan pasien dari persepsi pasien/keluarga terdekat dan akan tercapai apabila diperoleh hasil yang optimal bagi setiap pasien dengan penyelengara pelayanan kesehatan memperhatikan pasien dan keluarganya. Adanya perhatian terhadap keluhan, kondisi lingkungan fisik dan tanggap/memprioritaskan kebutuhan pasien, akan tercapai keseimbangan yang sebaik baiknya antara tingkat rasa puas atau hasil dan usaha yang telah/harus dilakukan guna memperoleh hasil tersebut (Soejadi, 1999).
Kotler (2000) mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya. Ada dua hal yang harus dicermati meliputi :
· Penyiapan sistem yang mampu memenuhi kepuasan pelanggan (External marketing) yang merupakan tanggung jawab pihak managemen terhadap pelanggannya.
· Pemenuhan tuntutan janji kepuasan pelanggan (internal marketing) yang merupakan tanggung jawab pihak management terhadap kepuasan karyawannya sebagai internal costumer dan pemberian pelayanan yang memenuhi kepuasan pelanggannya (interactive marketing) yang merupakan tanggung jawab karyawan dalam memenuhi kepuasan pelanggan.
Kepuasan pelanggan eksternal terdiri dari lima dimensi kualitas pelayanan berwujud, keandalan, ketanggapan, jaminan dan empati, yang digunakan untuk mengukur keluhan pasien. Kepuasan pasien merupakan perbedaan antara harapan pasien terhadap pelayanan kesehatan dan kinerja yang dirasakan. Kepuasan pasien adalah : (i) apabila kinerja pelayanan kesehatan dibawah harapan maka pasien akan kecewa; (ii) apabila kinerja pelayanan kesehatan sesuai dengan harapan, pasien akan merasa puas; dan (iii) apabila kinerja melebihi harapan, maka pasien akan sangat puas (Syaifudin, Adi utarini, 2005).
Menurut Soejadi (1996) sebagai unit usaha, rumah sakit seperti sebuah perusahaan akan bisa berkembang cepat jika menciptakan kepuasa dan kesetiaan klien dengan biaya yang terjangkau (affordable). Seperti organisasi yang lain rumah sakit mempunyai banyak jenis klien, diantaranya adalah dokter, pihak ketiga penanggung biaya, pasien, keluarga pasien dan asuransi pembiayaan kesehatan.
Kepuasan dan kesetiaan pasien sebagai pengguna akhir (end user) layanan rumah sakit, adalah unsur pokok diantara kepuasan dan kesetiaan lain, lagi pula pendapatan terbesar rumah sakit berasal dari pasien. Dokter tidak dapat sepenuhnya merasa puas, bila rumah sakit dimana mereka bekerja tidak dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pasien dan keluarganya. (Fisk dkk,1990).
Variabel yang dapat memprediksi kepuasan pasien adalah faktor kualitas pelayanan, faktor hubungan antara pribadi, faktor sistem dan prosedur dan faktor kemudahan pelayanan. Faktor pendidikan, faktor sosial budaya dan faktor ekonomi juga memegang peranan dalam memprediksikan kepuasan pasien (Carmel & Hang, 1985).
Salah satu manfaat kemitraan pasien yang telah dikenal luas adalah kepuasan pasien (Haripurnomo, 1995). Pasien akan merasa puas jika kebutuhan mereka dapat diekspresikan dan terpenuhi. Pasien yang puas pelayanan rumah sakit akan semakin kooperatif dan petugas rumah sakit akan memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Keluhan adalah tanda ketidakpuasan. Ketidakpuasan pasien tidak selalu berhubungan dengan mutu pelayanan yang buruk. Keluhan dapat muncul karena standar mutu yang berbeda antara konsumen dan pemberi layanan kesehatan. Menurut Azwar (1996), dimensi kepuasan pasien sangat bervariasi. Ada 2 macam dimensi kepuasan pasien yaitu :
(1) Kepuasan yang mengacu pada penerapan dan standart kode etik profesi. (2) Kepuasan yang mengacu pada penerapan pelayanan kesehatan.
Kepuasan yang mengacu pada penerapan dan standart kode etik profesi, yaitu bahwa ukuran ukuran pelayanan kesehatan yang bermutu hanya mengacu pada penerapan standar dan kode etik profesi yang baik saja, mencakup penilaian terhadap kepuasan pasien mengenai :
· Hubungan dokter – pasien. Hubungan dokter dan pasien yang baik adalah salah satu kewajiban etik. Dokter diharapkan dapat dan bersedia memberikan perhatian yang cukup kepada pasiennya secara pribadi, menampung dan mendengarkan semua keluhan, serta menjawab dan memerikan keterangan yang sejelas jelasnya tentang segala hal yang ingin diketahui pasiennya.
· Kenyamanan pelayanan (Amenities.Kenyamanan yang dimaksud disini adalah yang menyangkut fasilitas yang disediakan, tetapi yang terpenting adalah yang menyangkut sikap serta tindakan para pelaksana ketika memberikan pelayanan.
· Kebebasan melakukan pilihan (Choice).Pasien bebas memilih pelayanan yang diinginkannya dan RS sebagai penyelenggara harus memberikan mutu yang diharapkan pasien.
· Pengetahuan dan kompetensi teknis (Scientific Knowledge and Technical Skill).Makin tinggi tingkat pengetahuan dan kompetensi tehnis tersebut maka mutu pelayanan kesehatanpun akan menjadi tinggi pula.
· Efektivitas pelayanan (Effectivess).Efektivitas merupakan prinsip pokok penerapan standart profesi.
· Keamanan tindakan (Safety)
Kepuasan yang mengacu pada penerapan pelayanan kesehatan, meliputi :
· Ketersediaan pelayanan kesehatan (Available), yaitu apabila pelayanan kesehatan itu tersedia dimasyarakat
· Kewajaran pelayanan kesehatan (Appropriate), artinya bahwa pelayanannya bersifat wajar dan dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.
· Kesinambungan pelayanan kesehatan (Acceptable), Dapat diterima atau tidaknya pelayanan kesehatan sangat menentukan puas dan tidaknya pasien terhadap pelayanan kesehatan.
· Ketercapaian pelayanan kesehatan (Accesible), Pelayanan kesehatan yang lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal tentu tidak mudah dicapai sehingga tidak memuaskan pasien.
· Keterjangkauan pelayanan Kesehatan (Affordable), Pelayanan kesehatan yang terlalu mahal tidak akan dapat dijangkau oleh masyarakat sebagai pengguna jasa maka akan membuat pasien enggan kembali sehingga pasien tidak akan meras puas.
· Efisiensi Pelayanan Kesehatan (Efficient)
· Mutu Pelayanan Kesehatan (Quality), Mutu pelayanan kesehatan yang dimaksud disini adalah yang menunjuk pada kesembuhan penyakit serta keamanan tindakan.
Menurut Bruce (1990) ada lima unsur dasar yang dapat membuat pasien puas antara lain : pilihan terhadap metode, informasi yang disampaikan kepada klien, kemampaun teknis para penyelenggara pelayanan, hubungan pribadi antara penyelenggara pelayanan dengan klien serta mekanisme pelayanan tindaklanjut yang mengacu pada penerapan standar dan kode etik profesi apabila dilaksankan dengan baik maka akan memuaskan pasien sebagai pengguna jasa pelayanana kesehatan.
Daftar Pustaka
· Azwar, A., 1996, Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta
· Banjarmasin Post, 2003,Second Opinion Hak Pasien,Kok! 12 Januari Carmel & Hang,1985,Modern Health Care Administration, Academic Press,New York.
· Bruce J, Fundamental element of the Quality of Care : a Simple framework; Studies In Family Planning,Vol.21 Number 2 March/April 1990,pages 61-91
· Fisk dkk, 1990,Creating Patient Satisfaction and Loyalti,Journal of Helath Care Marketing, 10-2:5-15.
· Hall and Dornan,1990, Patient Sociodemographic Caracteristic as Predictor of Satisfaction With Medical Care: a Meta-analysis,Sos.Sci Med.7:811-818
· Hari Purnomo, 1995, Pengelolaan Keluhan Pasien dalam Public Relations dan Social Marketing Untuk Rumahsakit, Magister Manajemen Rumahsakit, Yogyakarta.
· Jacobalis,S, 1990, Kegiatan Pemasaran Rumahsakit, Seminar Pemasaran dan Kebijakan Promosi RS ,IRSJAM, Majalah Perumahsakitan Edisi XVIII April – Juni, Jakarta
· Kotler ,P., 2000, Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Jilid I, edisi 6, Erlangga, Jakarta.
· Kuncoro, 1994, Total Quality Manajement, dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumahsakit, Seminar Manajemen Mutu Terpadu, Bapelkes Gombong.
· Nila Ismani, 2001. Hj, SKM, Etika Keperawatan,Jakarta.
· Parasuraman, 1985 , A Conseptual Model of Service Quality and its Implication for Future Research, Journal of Marketing, 49 (Fall),41-50.
· Parwati, D.M.W. (1999) Analisis Mutu Pelayanan Keperawatan Dari Sudut Pandang Pasien Terhadap Ruang Rawat Inap RSUP dr. Kariadi Semarang. Tesis , UGM, Yogyakarta.
· R. Darmanto, 1997, Kiat mengelola rumahsakit, Jakarta.
· Soejadi, 1996, Pedoman Penilaian Kinerja RS, Katiga, Jakarta.
· Supriyati, 2004, Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap I RS DR. Sardjito Yogyakarta.. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
· Suroso Santoso, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Di Rumah sakit, Jakarta : EGC
· Syaifuddin, Adi Utarini, 2005, Kepuasan Pasien dan Efektifitas Sistem Management Keluhan di Rumahsakit RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Journal Kebidanan dan Keperawatan Vol; 1, no 2, Des 2005 hal 115-128.
· Tjiptono, F.,1996, Manajemen Jasa, Andi, Yogyakarta.
· Tri Anjaswarni dkk, 2002, Analisis Tingkat Kepuasan Klien Terhadap Perilaku Caring Perawat di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Jurnal Keperawatan Indonesia, Vol 6 ,No 2, Sept 2002
· Purwanto S Wardoyo, SKM, 1998, Menuju Keperawatan Profesional, Semarang.
Demikian tinjauan teori Kepuasan Pasien, semoga bermanfaat dalam penulisan proposal penelitian kita, atau dapat menjadi bahan diskusi.
Demikian tinjauan teori Kepuasan Pasien, semoga bermanfaat dalam penulisan proposal penelitian kita, atau dapat menjadi bahan diskusi.
nike trainers uk, http://www.niketrainers.me.uk/
ReplyDeletelouis vuitton handbags, http://www.louisvuittonhandbagsoutlet.co.uk/
los angeles lakers, http://www.lakersjerseys.us/
longchamp outlet, http://www.longchampoutlet.name/
ray-ban sunglasses, http://www.rayban-sunglassess.us.com/
mont blanc outlet, http://www.montblancpensoutlets.com/
lululemon outlet, http://www.yogapants.us.com/
fitflop, http://www.fitflop.in.net/
cheap soccer jerseys, http://www.cheapsoccerjersey.net/
air max shoes, http://www.nikeairmaxshoess.co.uk/
thomas sabo uk, http://www.thomassabos.co.uk/
cleveland cavaliers jersey, http://www.cavaliersjerseys.net/
vikings jerseys, http://www.minnesotavikingsjersey.us/
kobe bryants shoes, http://www.kobeshoes.us/
miami heat jersey, http://www.miamiheatjerseys.net/
moncler jackets, http://www.moncler.us.com/
new england patriots jerseys, http://www.newenglandpatriotsjerseys.us/
karen millen uk, http://www.karenmillendressesoutlets.co.uk/
michael kors factory outlet, http://www.michaelkorsfactoryoutlet.us.org/
coach handbags, http://www.coachhandbagsoutletonline.us.com/
cai2015914
moncler jackets
ReplyDeletemiami heat
michael kors canada
hermes birkin bag
los angeles lakers
swarovski crystal
chicago blackhawks
wellensteyn outlet
nike mercurial
nike air max uk
atlanta falcons
cheap jordans
indianapolis colts
moncler outlet
hollister clothing
chicago bears
new england patriots
swarovski crystal
nfl jersey wholesale
true religion outlet
mm1112
20162.26linying
ReplyDeletemichael kors outlet
michael kors outlet online
nike air max
michael kors
hermes belt
toms wedges
moncler jackets
jeremy scott shoes
coach outlet
michael kors outlet
mulberry bags
gucci borse
michael kors
mizuno running shoes
nike trainers
chaussure louboutin
kate spade outlet
toms outlet
michael kors outlet
christian louboutin shoes
abercrombie & fitch
hermes uk
michael kors outlet
louis vuitton outlet
michael kors outlet
louis vuitton outlet
ralph lauren
moncler outlet
jordans shoes
toms outlet
nike trainers
michael kors outlet
michael kors
michael kors handbags
michael kors outlet online
kate spade